Strong Dark Terror GG

Strong Dark Terror GG

Rabu, 17 Oktober 2012

Congestion


Congestion

Congestion adalah Kelebihan kapasitas dari sebuah path data communication atau sebuah telecommunication service. Kondisi yang terjadi akibat pemanggilan suatulayanan yang melebihi kapasitas yang dapat diterima sebuah jalur komunikasi data.Congestion terjadi ketika sejumlah paket yang ditransmisikan buntu.

         congestion terjadi manakala paket-paket yang dipancarkan lewat jaringan mendekati paket yang menangani kapasitas jaringan

          Terjadi ketika sejumlah paket yang ditransmisikan buntu

          congestion control mengarahkan/memelihara paket di bawah level di mana bekerja secara dramatis

          jaringan data adalah jaringan antri

          Biasanya 80% pemanfaatan kritis

          Antrian terbatas yang ber arti data mungkin hilang

 

Efek Congestion

 

1.      Tibanya paket disimpan pada buffer masukan

2.      terbentuk routing

3.      Paket bergerak ke buffer keluaran

4.      paket paket antri untuk dipancarkan keluar.

5.      time division multiplexing statistik

6.      Jika paket paket tiba untuk dirutekan, atau untuk;menjadi keluaran, bufffer akan mengisi

7.      Mampu membuang paket

8.      Mampu menggunakan kontrol arus

9.      Mampu menyebarkan congestion melalui jaringan

 

Pengendalian Congestion / Congestion Control

Congestion control digunakan untuk menangani terjadinya kemacetan. Terjadinyakemacetan bisa diterangkan lewat uraian berikut. Pada dasarnya, sebuah jaringan packet-switched adalah jaringan antrian. Pada masing-masing node, terdapat sebuah antrian paket yang akan dikirimkan ke kanal tertentu. Apabila kecepatan datangya suatu paket dalam sebuah antrian lebih besar dibandingkan kecepatan pentransferan paket,maka akan muncul efek bottleneck. Apabila antrian makin panjang dan jumlah node yang menggunakan kanal juga bertambah, maka kemungkinan terjadi kemacetan sangat besar. Permasalahan yang serius yang diakibatkan efek congestion adalah deadlock , yaitu suatu kondisi di mana sekelompok node tidak bisa meneruskan pengiriman paket karena tidak ada buffer yang tersedia. Teknik deadlock avoidance digunakan untuk mendisain jaringan sehingga deadlock  tidak terjadi. Dewasa ini congestion memiliki 2 mekanisme pengendalian, yaitu :

-Flow/congestion control di sumber pengirim data.

-Active Queue Management (AQM) di router.

 

Dimana AQM bertugas memberikan umpan balik sebagai indikasi dari tingkat kongesti di router. Sumber pengirim akan mengirimkan data sesuai dengan umpan balik tersebut. Ada dua kemungkinan mengatasi kelebihan beban dalam jaringan :

1.Panggilan yang baru di blok,

2.Menyesuaikan dengan situasi jaringan (membuat sumber- sumber baru atau dengan mengurangi perintah di dalam jaringan atau dengan mengurangi tambahan servis).

 

Buffer sebenarnya membantu untuk mengatasi hal(antrian) tersebut sampai kapasitas buffer menjadi penuh. Jika ada paket lagi maka paket data tersebut akandi hilangkan/drop. Penambahan kapasitas buffer tidak menyelesaikan masalah karena buffer yang terlalu besar akan meningkatkan delay karena antrian.

 

Beberapa teknik berikut dapat digunakan untuk mengatasi kongesti :

End-system flow control

Ini bukan skema kontrol kongesti tetapi cara untuk menjaga agar sender tidak mengirimkan paket berlebih kepada receiver.

 

Network congestion control

Mekanisme ini hampir sama dengan end-to-end flowcontrol tetapi difokuskan untuk mengurangi kongesti pada jaringan, bukan pada receiver.

 

Network-based congestion avoidance

Pada skema ini, router mendeteksi kemungkinan terjadinya kongesti sehingga router memperkecil paket yang dikirim sebelum antrian menjadi penuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar